3 Orang Divonis Mati di Depok, 2 di Antaranya Eks Anggota Polri

Indonesia Darurat Penyalahgunaan Kekuasaan : Okezone Nasional



Jakarta - Pengadilan Negeri (PN) Depok menjatuhkan hukuman mati kepada mantan anggota Polri, Hartono dan Faisal. Keduanya terbukti terlibat kasus narkoba 37 kg sabu.
Kasus yang membelit Hartono dan Faisal terungkap pada 19 September 2019 lalu. Keduanya diringkus jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya di Kabupaten Bogor. Tepatnya di Pom Bensin Jalan Tegal Beriman Kelurahan Cikempong Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor dan di Jalan Juanda No 41 Rt 03/011 Kelurahan Kemiri Muka Kecamatan Beji Kota Depok.
Keduanya saat itu diduga hendak melancarkan transaksi penjualan narkotika dengan berperan sebagai kurir. Akhirnya keduanya diproses secara hukum
"Menyatakan terdakwa I Hartono bin Tugimin dan terdakwa II Faisal bin Usman telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melakukan pemufakatan jahat tanpa hak atau melawan hukum menyerahkan narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 (lima) gram. Menghukum para terdakwa oleh karena itu dengan pidana mati," kata ketua majelis M Iqbal sebagaimana dikutip dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Depok yang dikutip detikcom, Jumat (15/5/2020).
Hukuman mati di atas sesuai dengan tuntutan JPU pada 16 April 2020. PN Depok menghukum mati keduanya karena sebagai aparat malah berbisnis narkoba. Selain itu juga barang buktinya sangat besar.
Hartono dan Faisal dalam aksinya bekerjasama dengan Muhammad Mahmuji. Sama dengan Hartono dan Faisal, Mahmuji juga dihukum dengan hukuman serupa.
"Menyatakan terdakwa Muhammad Mahmuji bin M. Yakob Jalil telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana permufakatan jahat tanpa hak atau melawan hukum menjadi perantara dalam jual beli narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 (lima) gram. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Muhammad Mahmuji Bin M. Yakob Jalil oleh karena itu dengan pidana mati," putus majelis pada Kamis (14/5) kemarin.
Share:

Kerap Memangsa Ternakan Warga, Buaya Muara 3 Meter di Parepare Ditangkap Warga

Umpan Ayam, Buaya 4 M Sukses Ditangkap Warga | Borneo24.com ...



Parepare - Seekor buaya muara ditangkap warga di Sungai Karajae, Kelurahan Wattang Bacukiki, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel). Buaya sepanjang 3 meter itu ditangkap menggunakan pancing lantaran menimbulkan keresahan.
Proses evakuasi buaya dari sungai ke pinggir Jalan Poros menjadi tontonan warga. Penangkapan buaya dari Sungai Karajae tersebut sempat beberapa kali gagal.
"Sudah 10 hari saya buru dan baru pancingan saya dapat," kata warga yang menangkap buaya, Lawi, Jumat (15/5/2020).
Warga menangkap buaya tersebut karena resah. Reptil tersebut beberapa kali memangsa ternak dan pernah menyerang seorang warga.
"Kalau sudah makan umpan lepas lagi, karena tali slangnya selalu diputus, kami tangkap karena kerap memangsa ternak warga, pernah juga menyerang salah satu warga di sini," kata dia.
Kepala Bidang KSDA Wilayah 2 Parepare, Ahmad Yani, mengaku akan membawa buaya tangkapan warga tersebut ke sebuah penangkaran di Malili, Luwu Timur.
"Karena ini jenis satwa yang dilindungi, kita akan bawa ke Malili, tepatnya di kawasan hutan di sana," jelas dia.
Pihaknya, kata dia, juga akan berusaha mengevakuasi beberapa ekor buaya lainnya yang menghuni sungai tersebut. "Dari informasi warga masih ada beberapa ekor, sementara kita upayakan untuk dievakuasi," tandas dia.
Share:

Wuhan Sudah Tes Corona 3 Juta Warga, Targetnya 11 Juta dalam 10 Hari

 A medical worker takes a swab from a resident for the coronavirus test during home visits in Wuhan the epicenter of Chinas coronavirus outbreak in central Chinas Hubei province, Thursday, May 14, 2020. Some residential compounds in Wuhan have begun testing inhabitants for the coronavirus as a program to test everyone in the Chinese city of 11 million people in 10 days got underway. (Chinatopix via AP)



Beijing - Otoritas kota Wuhan di China menyatakan telah melakukan tes virus Corona (COVID-19) terhadap 3 juta warga, dari total 11 juta jiwa populasinya. Hal ini disampaikan saat kota Wuhan berupaya memeriksa seluruh warganya dalam waktu 10 hari di tengah kekhawatiran munculnya gelombang kedua virus Corona.
Seperti dilaporkan kantor berita China, Xinhua News Agency dan dilansir Reuters, Jumat (15/5/2020), kota Wuhan yang menjadi titik nol pandemi Corona ini merencanakan tes asam nukleat (nucleic acid) massal untuk seluruh warganya yang bertujuan untuk menaksir angka kasus tanpa gejala (asymptomatic).
Laporan Xinhua News Agency menyebut kota Wuhan beberapa hari terakhir mengidentifikasi beberapa kasus tanpa gejala setiap hari. Kasus-kasus tanpa gejala merupakan kasus di mana seseorang dinyatakan positif virus Corona, namun tidak menunjukkan gejala-gejala penyakitnya.
Dalam laporan terbaru pada Jumat (15/5) waktu setempat, Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) mengumumkan adanya empat kasus baru dalam 24 jam terakhir. Seluruh kasus baru itu merupakan kasus penularan lokal.
NHC dalam laporannya juga menyebut tambahan kasus baru yang tanpa gejala menurun ke angka 11 kasus, dari 12 kasus pada sehari sebelumnya. Kasus-kasus tanpa gejala dicatat secara terpisah dan tidak dimasukkan ke dalam data resmi yang dilaporkan NHC setiap harinya.
Total kasus virus Corona di China daratan, menutur NHC, saat ini mencapai 82.933 kasus. Jumlah kematian tidak mengalami pertambahan, yakni masih di angka 4.633 orang.
Misi tes Corona massal dalam waktu 10 hari ini dilakukan setelah muncul enam kasus baru yang berasal dari satu cluster penularan di sebuah kompleks permukiman di Wuhan pada pekan ini. Kasus baru ini muncul setelah Wuhan tidak melaporkan tambahan kasus dalam sebulan terakhir.
Surat kabar lokal, Health News, yang terafiliasi dengan NHC melaporkan bahwa tes Corona massal di Wuhan ini dimaksudkan untuk mencari sumber penularan dan memberikan kepastian bagi dimulainya kembali aktivitas kerja dan penerimaan wisatawan dari Wuhan untuk provinsi-provinsi lainnya.
Menurut surat kabar lokal itu, Wuhan saat ini memiliki kapasitas 100 ribu tes Corona setiap harinya dan ada 63 lembaga yang bisa memproses tes asam nukleat. Jika ingin memenuhi target memeriksa seluruh warga dalam 11 hari, maka diperlukan tes Corona untuk 730 ribu orang setiap harinya. Disebutkan Health News bahwa tes Corona massal ini bisa memakan biaya lebih dari 1 miliar Yuan.
Share:

Polisi Tembak Istri dan Seorang Anggota TNI di Sulsel

Dor Dor Dor... Teroris Sendirian Serang Klub LGBT, 50 Orang Tewas



Seorang anggota polisi di Sulawesi Selatan menembak istrinya dan 1 anggota TNI Kodim Janeponto. Anggota TNI tersebut tewas akibat kejadian itu.
"Iya ada insiden itu," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Ibrahim Tompo saat dimintai konfirmasi, Jumat (15/5/2020).
Informasi yang dihimpun, penembakan itu terjadi pada Kamis 14 Mei 2020. Ibrahim mengaku belum bisa menjelaskan kronologi kejadian itu.
"Tapi kami belum bisa menjelaskan kronologinya demi menjaga kepekaan antarinstitusi," ujarnya.
Namun, dia mengonfirmasi anggota TNI itu meninggal tadi pagi. "Iya korban meninggal tadi pagi," tuturnya.
Share:

Sederet Kebijakan Baru Bandara Soekarno-Hatta Cegah Kerumunan Saat PSBB

Sempat Terjadi Kerumunan, Bandara Soekarno-Hatta Kembali Normal ...


Kerumunan calon penumpang di tengah PSBB demi memutus rantai penyebaran COVID-19 sempat terjadi di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Bandara Soetta kini menerapkan kebijakan baru guna mencegah peristiwa serupa berulang.
PT Angkasa Pura II (Persero) bersama stakeholder di Bandara Internasional Soekarno-Hatta menetapkan kebijakan baru guna terwujudnya physical distancing bagi calon penumpang saat proses keberangkatan rute domestik. Kebijakan baru sudah diterapkan mulai Jumat (15/5/2020) di Terminal 2 dan Terminal3.
Dalam keterangan tertulis yang diterima, President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan kebijakan baru itu ialah penataan kembali sistem antrean penumpang, pembatasan frekuensi penerbangan dan pemastian kembali jumlah penumpang di setiap penerbangan hanya 50% dari kapasitas kursi pesawat
"Kami telah melakukan evaluasi dan kemudian mengimplementasikan kebijakan baru. Pada pagi hari ini, 15 Mei 2020, proses keberangkatan penumpang di rute domestik berjalan lancar di Soekarno-Hatta, baik itu di Terminal 2 dan 3," ujar Muhammad Awaluddin.
Sistem antrean penumpang di Terminal 2 kini dibagi menjadi 4 posko, di mana posko pertama adalah verifikasi dokumen calon penumpang yang dilakukan di curb side atau menjelang pintu masuk gedung terminal. Selanjutnya posko kedua di dalam gedung terminal sebagai tempat calon penumpang mengisi dokumen kartu kewaspadaan kesehatan atau Health Alert Card (HAC) dan formulir epidemiologi serta pengukuran suhu tubuh.
Setelah itu calon penumpang memasuki pos pemeriksaan pertama (SCP I) untuk kemudian dilakukan verifikasi surat kesehatan dan dilakukan tes kesehatan oleh personel Kantor Kesehatan Pelabuhan. Kemudian calon penumpang menuju konter check-in untuk verifikasi seluruh dokumen dan memproses check in.
Sesuai Surat Edaran Nomor 4/2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang dalam Rangka Percepatan Penanganan COVID-19, setiap calon penumpang pesawat harus memenuhi syarat kelengkapan berkas dokumen sebelum diperbolehkan terbang. Syarat dokumen yang harus dimiliki antara lain tiket penerbangan, surat keterangan dinas, surat kesehatan bebas COVID-19 dan lainnya.
"Melalui sistem antrean yang baru ini, flow penumpang pagi ini sangat lancar ketika memproses keberangkatan domestik di Terminal 2. Secara umum, prosedur keberangkatan domestik juga sama dilakukan di Terminal 3, hanya saja dilakukan penyesuaian sesuai dengan bentuk terminal. Kami berharap situasi ini tetap terjaga," jelas Muhammad Awaluddin.
Stakeholder atau pemangku kepentingan di Soekarno-Hatta juga menyepakati pembatasan frekuensi penerbangan. Telah disepakati slot penerbangan menjadi hanya 5-7 penerbangan per jam di Terminal 2 agar tidak terlalu menumpuk di jam-jam tertentu. Penerbangan di Soekarno-Hatta setiap harinya sekitar 200 penerbangan di tengah pandemi ini .
Stakeholder juga telah menyetujui bahwa maskapai hanya akan mengangkut penumpang tidak lebih dari 50% dari total kapasitas kursi pesawat pada setiap penerbangan, sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran COVID-19. Dibatasinya jumlah penumpang mendukung physical distancing saat penerbangan dan juga mendukung kelancaran proses keberangkatan.
Di tengah pandemi ini, pintu keberangkatan Soekarno-Hatta ada di Terminal 2 - Gate 4 dan Terminal 3 - Gate 3.
"Pembatasan slot penerbangan per jam dan maksimal 50% jumlah penumpang yang diangkut pada setiap penerbangan cukup vital juga dalam menjaga kelancaran dan physical distancing saat proses keberangkatan," ujar Muhammad Awaluddin.
Per 15 Mei 2020, rencana keberangkatan rute domestik di Terminal 2 Soekarno-Hatta adalah Lion Air (1 penerbangan), Batik Air (15 penerbangan), Citilink (9 penerbangan). Sementara untuk kedatangan rute domestik di Terminal 2 yakni Lion Air (2 penerbangan), Batik Air (15 penerbangan), Citilink (10 penerbangan). Di Terminal 3, rencana keberangkatan rute domestik oleh Garuda Indonesia (29 penerbangan), dan kedatangan rute domestik Garuda Indonesia (29 penerbangan).
Share:

Terjadi Kecelakaan Beruntun Di Jalan Gatot Subroto Medan

Kecelakaan Beruntun Terjadi di Jalan Gatot Subroto Medan

Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Gatot Subroto, tepatnya di persimpangan Jalan Gagak Hitam Medan, Kamis (14/5) petang.
kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 18.00 WIB yang melibatkan setidaknya empat mobil.Keempat mobil tersebut yakni sebuah truk, Mitsubishi Pajero, Honda Jazz dan satu unit Mitsubishi L300.
Saking kerasnya benturan, mobil Pajero warna hitam terlihat berada di atas mobil Honda Jazz. Sementara di belakang Honda Jazz terdapat satu unit truk.

Untuk penyebab kecelakaan belum diketahui pasti. Begitu juga jumlah korban dalam peristiwa tersebut.

Di lokasi kejadian terlihat puing-puing kaca mobil berserakan di jalan.

Terkait kejadian tersebut, salah seorang personel kepolisian Unit Lantas Polsek Sunggal, Bripka P. Tarigan mengatakan, pihaknya masih di tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan evakuasi.
"Masih di TKP," jawabnya singkat.
Sementara masyarakat yang melintasi tampak antusias menyaksikan sehingga arus lalu lintas macet.
Share:

Bertambah 2 Orang, Pasien Sembuh dari Corona Jadi 11 Orang

Pasien Positif Corona di Lampung Bertambah Jadi 11 Orang


Dinas Kesehatan Kota Cimahi mengonfirmasi ada dua orang pasien positif COVID-19 sembuh setelah melakukan dua kali swab test. Total pasien sembuh menjadi 11 orang.
Saat ini, total pasien yang dinyatakan sembuh dari COVID-19 di Kota Cimahi mencapai 11 orang. Sedangkan pasien positif aktif sebanyak 45 orang dan 3 orang meninggal dunia.
Sekretaris Dinkes Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, mengatakan pasien yang terkonfirmasi sembuh tersebut merupakan seorang laki-laki berusia 31 tahun asal Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan dan seorang perempuan berusia 62 tahun asal Kelurahan Setiamanah, Kecamatan Cimahi Tengah.
"Betul terkonfirmasi 2 pasien yang sembuh. Tapi mereka tetap dipantau selama 14 hari ke depan," ujar Chanifah saat dihubungi, Kamis (6/5/2020).
Meskipun pasien sembuh terus bertambah, namun saat ini pihaknya tetap fokus untuk melakukan swab test terhadap orang yang kontak erat dengan pasien yang sudah dinyatakan positif terpapar COVID-19.
"Ada sekitar 50 orang kontak erat yang sudah dilakukan swab test. Sebelumnya pernah rapid test dan hasilnya negatif. Tapi kita ulang lagi pakai dengan swab test untuk memastikan, hasilnya 2 positif, sisanya negatif," terangnya.
Pihaknya akan terus melakukan swab test bagi kontak erat dengan pasien positif. Orang-orang tersebut akan menjalani swab test di puskesmas di wilayahnya masing-masing.
"Kita lanjutkan swab test, tapi tergantung kapasitas laboratorium juga. Kita fokuskan ke swab test sekarang karena lebih akurat," jelasnya.
Share:

Perempuan di Sumut Tewas Diduga Dimutilasi, Pacarnya Ditemukan Usai Minum Racun

Komplek Cemara Asri Heboh, Wanita Tewas Dimutilasi Kekasihnya ...

Polisi menemukan mayat perempuan, E (21), diduga korban mutilasi di Kompleks Cemara Asri, Kecamatan Percut Sei Tuan, Sumut. Mayat itu ditemukan di dekat pacarnya, M (22).

"Awalnya petugas menemukan mayat perempuan berinisial E (21) bersama seorang lelaki berinisial M (22) yang masih hidup," kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Ronny Nicolas Sidabutar saat dimintai konfirmasi detikcom, Kamis (7/5/2020).
Ronny menjelaskan M ditemukan dalam kondisi masih hidup. M juga diduga minum racun.

"Pacaran (mereka). Si laki-laki saat ditemukan, dia ada upaya minum racun seperti obat antinyamuk," sebut Ronny.
Polisi menduga si pacar terlibat kuat dalam pembunuhan M. Saat ini dia masih diperiksa.
"Kami periksa yang masih hidup (pacarnya) di Polsek Percut Sei Tuan. Dugaan kami keterlibatannya cukup kuat kalau yang masih hidup ini," kata Ronny.
Sebelumnya, polisi menemukan seorang perempuan tewas di dalam kardus di Kompleks Cemara Asri, Kecamatan Percut Sei Tuan, Sumut. Perempuan itu diduga korban mutilasi.
"Iya betul. Ada kasus dugaan pembunuhan di Kompleks Cemara Asri," kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Ronny Nicolas Sidabutar.
Awalnya petugas menemukan seorang pria berinisial M dalam kondisi masih hidup dan seorang perempuan berinisial E telah meninggal dunia di dalam kardus. Keduanya ditemukan di rumah temannya M, di Jalan Duku, Kompleks Cemara Asri, Kecamatan Percut Sei Tuan, Rabu (6/5).
Ronny menuturkan kondisi perempuan dalam kardus tersebut sudah dalam kondisi hampir gosong. Diduga hendak dibakar oleh lelaki tersebut. "Diduga sepertinya mau dibakar sama laki-laki ini," sebut Ronny.
Ronny tidak menjelaskan secara detail apakah itu semacam korban mutilasi. Namun dia menyebutkan ada upaya menjurus ke hal tersebut. "Upaya. Mungkin ada upaya memutilasi," ujar Ronny.
Share:
Copyright © PREDIKSI DAN LIVEDRAW